CERPEN KEHIDUPANKU
by : Ayuning Budhi P.
SISWA KELAS 7 SMP BRAWIJAYA SMART SCHOOL KOTA MALANG
Aku
menjalani kesibukan dengan aktivitas di sekolah, bersama keluarga dan teman-teman. Terutama setahun terakhir ini,
aku nyaris tak punya waktu untuk bermain. Kalaupun bermain dengan teman, hati
dan pikiranku masih juga terbagi. Terbagi dengan beban belajar yang semakin
lama kurasakan semakin penat. Tapi aku terus berusaha memotivasi diri agar
tetap semangat belajar. Karena aku tahu bahwa kehidupan masa depanku ditentukan
oleh sikapku di masa ini. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang masih
berpikiran layaknya anak-anak. Sejak kelas 6 setahun belakangan ini, pola pikir
dan kebiasaanku agak berubah. Kepalaku dipenuhi kemungkinan-kemungkinan yang
akan terjadi di masa depan, meskipun aku tetap menjalani hari-hari seperti
biasa.
Setiap
pagi kumulai hidupku dengan semangat. Bangun pagi-pagi sekali... bukan karena
aku terlalu rajin tapi sekolahku masuk jam 06.15!! Huff... jadi aku harus
bersiap lebih awal. Untungnya sih sekolahku dekat, tak sampai 5 menit dari
rumahku. Tak seperti Azizan atau Rosa yang rumahnya jauuh sekali. Tapi,
herannya mereka selalu datang lebih pagi daripada aku, ckckck...
Sekolah
adalah tempat aku habiskan hari-hariku paling banyak setelah di rumah. Di
sekolah aku berjumpa dengan berbagai karakter teman maupun guru yang kadang
lucu dan menyenangkan. Setiap hari, ada saja teman-teman yang membuatku
tertawa. Dan pernah juga hampir menangis karena ada seekor cicak dimasukkan
dalam sepatuku!
Di
sekolah, aku dan teman-temanku sama-sama berjuang mendapatkan hasil terbaik
untuk masa depan kami. Tapi toh tak semuanya berpikiran begitu. Ada saja
teman-teman yang tampaknya menjalani hidup dengan easy going.. apa adanya seperti air yang mengalir. Tapi tidak
denganku. Aku benar-benar berdoa dan bersungguh-sungguh belajar untuk masa
depanku. Aku yakin betul bahwa kesuksesan dan kegagalan ada dalam genggamanku.
Apa yang aku lakukan dapat menentukan langkah hidupku nantinya. Apakah aku akan
menyesali kehidupanku dahulu ataukah aku akan bersyukur dan bangga bahwa sedari
kecil aku sudah memiliki kesadaran tentang kehidupan.
Sepulang
sekolah, aku mengikuti bimbingan belajar di sekolah dan malamnya di sebuah
bimbingan belajar besar tak jauh dari rumahku. Semua aktivitas itu kadang
membuatku lelah sehingga tak jarang aku mohon pada orang tuaku agar diijinkan
libur. Orang tuaku begitu mengerti aku. Aku tak pernah dipaksa untuk belajar.
Mereka mungkin sudah melihat bahwa di otakku penuh dengan rumus-rumus dan
materi pelajaran UAN. Duuh... sampai kapankah semua ini harus kujalani.
Syukurlah,
di sela-sela kesibukanku.. Terkadang aku masih menyempatkan waktu untuk refreshing. Baik bersama keluargaku
maupun teman-temanku. Walau sekadar makan bareng, hatiku sudah senang sekali.
Tak
terasa setahun yang penuh perjuangan telah kulewati... kini aku telah memasuki
babak baru dalam kehidupanku. Yah.. kini aku sudah SMP. Masa remaja yang indah
kata sebagian orang. Semakin dekat langkahku menyusuri kehidupan yang
sebenarnya. Akan aku temui semakin banyak orang-orang baru yang memberikan
warna dalam kehidupanku. Yang pasti, aku akan melakukan kehidupanku
sebaik-baiknya dan seindah-indahnya. Aku akan semakin mendekatkan hatiku pada
Tuhan pemilik semesta alam. Karena aku yakin, bahwa jika aku sungguh-sungguh
menginginkan sesuatu, alam ini akan berkonspirasi untuk mewujudkannya.
Masa
depanku masih panjang, banyak hal akan terjadi dalam kehidupanku. Aku sudah
siap. Akan ada teman yang datang dan pergi. Semuanya akan aku syukuri. Tak ada
yang abadi di dunia ini. Yang abadi hanyalah rasa cinta dan kasih pada Tuhan
dan pada semua makhluk di bumi ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar