Senin, 15 Juli 2013

CERPEN KEHIDUPANKU



CERPEN KEHIDUPANKU
by : Ayuning Budhi P.

SISWA KELAS 7 SMP BRAWIJAYA SMART SCHOOL KOTA MALANG

Aku menjalani kesibukan dengan aktivitas di sekolah, bersama keluarga dan  teman-teman. Terutama setahun terakhir ini, aku nyaris tak punya waktu untuk bermain. Kalaupun bermain dengan teman, hati dan pikiranku masih juga terbagi. Terbagi dengan beban belajar yang semakin lama kurasakan semakin penat. Tapi aku terus berusaha memotivasi diri agar tetap semangat belajar. Karena aku tahu bahwa kehidupan masa depanku ditentukan oleh sikapku di masa ini. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang masih berpikiran layaknya anak-anak. Sejak kelas 6 setahun belakangan ini, pola pikir dan kebiasaanku agak berubah. Kepalaku dipenuhi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi di masa depan, meskipun aku tetap menjalani hari-hari seperti biasa.
Setiap pagi kumulai hidupku dengan semangat. Bangun pagi-pagi sekali... bukan karena aku terlalu rajin tapi sekolahku masuk jam 06.15!! Huff... jadi aku harus bersiap lebih awal. Untungnya sih sekolahku dekat, tak sampai 5 menit dari rumahku. Tak seperti Azizan atau Rosa yang rumahnya jauuh sekali. Tapi, herannya mereka selalu datang lebih pagi daripada aku, ckckck...
Sekolah adalah tempat aku habiskan hari-hariku paling banyak setelah di rumah. Di sekolah aku berjumpa dengan berbagai karakter teman maupun guru yang kadang lucu dan menyenangkan. Setiap hari, ada saja teman-teman yang membuatku tertawa. Dan pernah juga hampir menangis karena ada seekor cicak dimasukkan dalam sepatuku!
Di sekolah, aku dan teman-temanku sama-sama berjuang mendapatkan hasil terbaik untuk masa depan kami. Tapi toh tak semuanya berpikiran begitu. Ada saja teman-teman yang tampaknya menjalani hidup dengan easy going.. apa adanya seperti air yang mengalir. Tapi tidak denganku. Aku benar-benar berdoa dan bersungguh-sungguh belajar untuk masa depanku. Aku yakin betul bahwa kesuksesan dan kegagalan ada dalam genggamanku. Apa yang aku lakukan dapat menentukan langkah hidupku nantinya. Apakah aku akan menyesali kehidupanku dahulu ataukah aku akan bersyukur dan bangga bahwa sedari kecil aku sudah memiliki kesadaran tentang kehidupan.
Sepulang sekolah, aku mengikuti bimbingan belajar di sekolah dan malamnya di sebuah bimbingan belajar besar tak jauh dari rumahku. Semua aktivitas itu kadang membuatku lelah sehingga tak jarang aku mohon pada orang tuaku agar diijinkan libur. Orang tuaku begitu mengerti aku. Aku tak pernah dipaksa untuk belajar. Mereka mungkin sudah melihat bahwa di otakku penuh dengan rumus-rumus dan materi pelajaran UAN. Duuh... sampai kapankah semua ini harus kujalani.
Syukurlah, di sela-sela kesibukanku.. Terkadang aku masih menyempatkan waktu untuk refreshing. Baik bersama keluargaku maupun teman-temanku. Walau sekadar makan bareng, hatiku sudah senang sekali.
Tak terasa setahun yang penuh perjuangan telah kulewati... kini aku telah memasuki babak baru dalam kehidupanku. Yah.. kini aku sudah SMP. Masa remaja yang indah kata sebagian orang. Semakin dekat langkahku menyusuri kehidupan yang sebenarnya. Akan aku temui semakin banyak orang-orang baru yang memberikan warna dalam kehidupanku. Yang pasti, aku akan melakukan kehidupanku sebaik-baiknya dan seindah-indahnya. Aku akan semakin mendekatkan hatiku pada Tuhan pemilik semesta alam. Karena aku yakin, bahwa jika aku sungguh-sungguh menginginkan sesuatu, alam ini akan berkonspirasi untuk mewujudkannya.
Masa depanku masih panjang, banyak hal akan terjadi dalam kehidupanku. Aku sudah siap. Akan ada teman yang datang dan pergi. Semuanya akan aku syukuri. Tak ada yang abadi di dunia ini. Yang abadi hanyalah rasa cinta dan kasih pada Tuhan dan pada semua makhluk di bumi ini.

Senin, 01 Juli 2013

Menjadi orang jawa yang sukses



Eits.. Saya mengambil judul tersebut bukan berarti wacana ini untuk orang Jawa saja lho. Karena bagi saya, orang jawa adalah orang yang 'mengerti'. Kalau dalam bahasa jawa, dibaca 'jowo' atau 'njawani'. Biasanya kesuksesan identik dengan etnis tertentu. Padahal tidak demikian sebenarnya. Kesuksesan maupun keberhasilan adalah hak siapa saja yang bermimpi dan mau memperjuangkan mimpinya. 


Dengan menulis ini bukan berarti saya telah sukses dan kaya raya. Harapan saya, paling tidak saya bisa memotivasi diri saya sendiri dengan berusaha mempertanggung jawabkan apa yang telah ditulis disini :) dan berbagi ilmu bahwasannya bumi Indonesia telah menyediakan segala sesuatu bagi kehidupan ini. Mulai kita bernafas, berpijak, memperoleh penghidupan di tanah Indonesia. Jadi kita berupaya untuk memanfaatkannya dengan baik dan memuliakan tanah air ini. 
  1. Bangun pagi. Leluhur kita sering bilang ''ayo, tangi esuk ben rejekine ora dipathok pitik" (ayo, bangun pagi, supaya rejekinya tidak dimakan ayam. Akan lebih banyak kelebihan yang didapat dengan bangun pagi. Udara bersih yang terhirup menjadikan badan lebih fresh dan sehat. Pekerjaan kantor, rumah maupun pelajaran akan lebih prepare jika disiapkan lebih pagi. Berangkat sekolah atau kerja tidak tergesa-gesa. Hati menjadi lebih tenang.
  2. Disiplin waktu. Maksudnya kita berdisiplin terhadap waktu. 'Waktu adalah harta yang paling berharga tapi yang paling cepat musnah'. So harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. 'Time is Money'. Waktu adalah uang. Jadi manajemen waktu sangat penting sekali. Nggak boleh komplain terhadap orang sukses, karena toh waktu yang kita miliki adalah sama-sama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Tinggal penggunaannya saja yang musti lebih bijak. 
  3. Silaturahmi. Ada pepatah jawa bilang 'akeh tamu akeh rejeki'. Banyak tamu banyak rejeki. Kalau kita menjalin silaturahmi dengan banyak orang dengan cara yang baik, tentu akan semakin terbuka pintu kebaikan bagi kita. Beberapa proyek yang didapatkan oleh suami saya adalah berkat silaturahmi. Gusti Allah membuka jalan rejekinya salah satunya melalui silaturahmi :)
  4. Tidak terlena dengan keuntungan dan keberhasilan yang di dapat. Setiap perolehan saat ini adalah bekal untuk di masa yang akan datang. pilihan ada di tangan kita. Mau kita gunakan untuk konsumtif atau investasi juga bisa. Bagi orang yang berpikiran maju. Apapun bisa terjadi di masa depan. Sehingga investasi adalah jalan yang di pilih. Meskipun tidak menikmati seutuhnya keuntungan yang di dapat saat itu juga. Namun ada mimpi yang diperjuangkan untuk kehidupan yang baik di esok hari. Kalau orang Cina bilang ''uang digunakan untuk menghasilkan uang''. Saya punya wali murid yang mengawali usaha dengan berjualan ayam. Ambil dari peternak dan dijual ke pasar. Istrinya membuka salon kecil-kecilan. Seiring perjalanan waktu. Salonnya sekarang jadi besar dan terletak di pinggir jalan lagi.... Suaminya juga sudah punya beberapa unit team pemasok ayam ke pasar. Dan merambah lagi ke resto fried chicken dengan menggunakan brand sendiri (bukan franchise). Lha iya, pantes saja laris... selain enak, ayamnya juga besar2 karena di supply sendiri :). Sekarang malah buka cafe dan boarding house (penginapan/kost). Walah kok jadi cerita kesuksesan orang lain yaa... intinya adalah yang saya pelajari dari beliau adalah bahwa pemilik usaha ternyata memperoleh gaji bulanan. sedangkan keuntungan yang lain di tabung dan diinvestasikan untuk membuka usaha... lagi dan lagi. Sip dah, saya juga bercita agar anak-anak saya dikemudian hari sudah memili bisnis yang sudah berjalan dengan baik, lancar dan ngrejekeni. Nggak lagi berpikiran untuk mencari kerja lagi. Tapi sudah punya usaha sendiri. Hmmm... 
  5. Pantang menyerah. Secara teori, kita banyak tau bahwa 'kegagalan adalah sukses yang tertunda'. Atau 'keberhasilan sudah selangkah di depan, saat kita memutuskan untuk berhenti berusaha'. Namun bukan hanya sekedar pantang menyerah dan menjalankannya tanpa perhitungan. Kegagalan yang ada dikalkulasi, di analisa agar tak legi terjatuh di lubang yang sama... wuihh.. Salah satu prinsip yang saya anut adalah "Hanya ada dua pilihan.. Terus Maju atau Pantang Mundur!". Hahaha... 
  6. Jujur dan tepat waktu. Jujur itu sangaaaattt... penting dan tidak mudah. Mungkin bisa jadi kita tidak berbohong pada orang lain, namun apakah yang kita katakan sudah sesuai dengan nurani? dalam arti, sudah jujurkah pada diri sendiri. Dalam dunia kerja, khususnya wiraswasta seperti saia ini, kejujuran dan tepat waktu sangat diutamakan untuk memperoleh kepercayaan dari customer dan dari diri saya sendiri :) Apabila suatu pekerjaan sudah disepakati untuk selesai pada waktu tertentu, harus betul-betul selesai pada saat yang ditentukan, bukan hampir selesai atau malah belum selesai. Ini prinsip yang saya tauladani dari suami saya. Jadi beliau kalau ada pekerjaan dan ditanya batas waktu, selalu diprediksikan beberapa waktu setelah waktu yang beliau sanggupi untuk menyelesaikannya. Misalnya, waktu untuk menyelesaikan sebenarnya bisa 2 hari, tapi beliau mengatakan ke customer 3 hari. Sebagai antisipasi terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi. So, kepercayaan mereka tetap terjaga...
  7. Berpikir positif terhadap kehidupan. Kehidupan ini akan berjalan indah manakala kita menatapnya dengan indah, begitu pula sebaliknya. Bersyukur atas segala sesuatu yang diterima dan menjadikan ujian yang didapat adalah untuk meningkatkan derajat kita di hadapan Sang Maha Hidup dan di mata manusia. Seperti seruling yang berbunyi indah dan merdu. Dia dibuat dari batang bambu yang telah diamplas demikian rupa dan dilubangi dengan rasa sakit yang teramat sangat. Namun pada akhirnya ia dapat memberikan manfaat bagi manusia dan semakin tinggi nilainya. Demikian pula barang di sekitar kita (kursi, meja kayu dll) yang demi memberikan manfaat pada kita, mereka rela menjalani proses panjang mulai dari ditebang, dipisahkan dari lingkungannya, diproses dengan cara dan waktu tertentu sehingga dapat memberikan maknanya bagi kehidupan. Begitu juga manusia.... Semakin banyak menikmati asam garam kehidupan, orang yang 'mengerti' akan semakin bijak dan menghadapi hidup dengan indah. Tak ada lagi senang-sedih, tawa-tangis yang berlebihan. Semua pas sesuai porsinya. Tak ada kehilangan, karena tak ada yang hilang...
Huff.. semakin menulis rasanya ingin terus menulis dan menuangkan yang ada di hati. Tapi sementara ini cukuplah... Semoga lain waktu bisa ketemu di tulisan yang lain. Selamat berbahagia. Rahayu.

Menjadi orang jawa yang sukses



Eits.. Saya mengambil judul tersebut bukan berarti wacana ini untuk orang Jawa saja lho. Karena bagi saya, orang jawa adalah orang yang 'mengerti'. Kalau dalam bahasa jawa, dibaca 'jowo' atau 'njawani'. Biasanya kesuksesan identik dengan etnis tertentu. Padahal tidak demikian sebenarnya. Kesuksesan maupun keberhasilan adalah hak siapa saja yang bermimpi dan mau memperjuangkan mimpinya. 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFWO8Zhl3dn4q87uxR_MOWHs6nGbKtsxzrUPQvmVbcTHsUMs35QD1ZbUuoOw1tpMvGOSaCpG991nqKFK5_JnpEJCOR14Z7qDZgl2PGpici6mCzGvfMR4kBNzDWcpRygk5rL7FwVUXlPqVd/s320/kata+bijak+2.jpg

Dengan menulis ini bukan berarti saya telah sukses dan kaya raya. Harapan saya, paling tidak saya bisa memotivasi diri saya sendiri dengan berusaha mempertanggung jawabkan apa yang telah ditulis disini :) dan berbagi ilmu bahwasannya bumi Indonesia telah menyediakan segala sesuatu bagi kehidupan ini. Mulai kita bernafas, berpijak, memperoleh penghidupan di tanah Indonesia. Jadi kita berupaya untuk memanfaatkannya dengan baik dan memuliakan tanah air ini. 
  1. Bangun pagi. Leluhur kita sering bilang ''ayo, tangi esuk ben rejekine ora dipathok pitik" (ayo, bangun pagi, supaya rejekinya tidak dimakan ayam. Akan lebih banyak kelebihan yang didapat dengan bangun pagi. Udara bersih yang terhirup menjadikan badan lebih fresh dan sehat. Pekerjaan kantor, rumah maupun pelajaran akan lebih prepare jika disiapkan lebih pagi. Berangkat sekolah atau kerja tidak tergesa-gesa. Hati menjadi lebih tenang.
  2. Disiplin waktu. Maksudnya kita berdisiplin terhadap waktu. 'Waktu adalah harta yang paling berharga tapi yang paling cepat musnah'. So harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. 'Time is Money'. Waktu adalah uang. Jadi manajemen waktu sangat penting sekali. Nggak boleh komplain terhadap orang sukses, karena toh waktu yang kita miliki adalah sama-sama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu. Tinggal penggunaannya saja yang musti lebih bijak. 
  3. Silaturahmi. Ada pepatah jawa bilang 'akeh tamu akeh rejeki'. Banyak tamu banyak rejeki. Kalau kita menjalin silaturahmi dengan banyak orang dengan cara yang baik, tentu akan semakin terbuka pintu kebaikan bagi kita. Beberapa proyek yang didapatkan oleh suami saya adalah berkat silaturahmi. Gusti Allah membuka jalan rejekinya salah satunya melalui silaturahmi :)
  4. Tidak terlena dengan keuntungan dan keberhasilan yang di dapat. Setiap perolehan saat ini adalah bekal untuk di masa yang akan datang. pilihan ada di tangan kita. Mau kita gunakan untuk konsumtif atau investasi juga bisa. Bagi orang yang berpikiran maju. Apapun bisa terjadi di masa depan. Sehingga investasi adalah jalan yang di pilih. Meskipun tidak menikmati seutuhnya keuntungan yang di dapat saat itu juga. Namun ada mimpi yang diperjuangkan untuk kehidupan yang baik di esok hari. Kalau orang Cina bilang ''uang digunakan untuk menghasilkan uang''. Saya punya wali murid yang mengawali usaha dengan berjualan ayam. Ambil dari peternak dan dijual ke pasar. Istrinya membuka salon kecil-kecilan. Seiring perjalanan waktu. Salonnya sekarang jadi besar dan terletak di pinggir jalan lagi.... Suaminya juga sudah punya beberapa unit team pemasok ayam ke pasar. Dan merambah lagi ke resto fried chicken dengan menggunakan brand sendiri (bukan franchise). Lha iya, pantes saja laris... selain enak, ayamnya juga besar2 karena di supply sendiri :). Sekarang malah buka cafe dan boarding house (penginapan/kost). Walah kok jadi cerita kesuksesan orang lain yaa... intinya adalah yang saya pelajari dari beliau adalah bahwa pemilik usaha ternyata memperoleh gaji bulanan. sedangkan keuntungan yang lain di tabung dan diinvestasikan untuk membuka usaha... lagi dan lagi. Sip dah, saya juga bercita agar anak-anak saya dikemudian hari sudah memili bisnis yang sudah berjalan dengan baik, lancar dan ngrejekeni. Nggak lagi berpikiran untuk mencari kerja lagi. Tapi sudah punya usaha sendiri. Hmmm... 
  5. Pantang menyerah. Secara teori, kita banyak tau bahwa 'kegagalan adalah sukses yang tertunda'. Atau 'keberhasilan sudah selangkah di depan, saat kita memutuskan untuk berhenti berusaha'. Namun bukan hanya sekedar pantang menyerah dan menjalankannya tanpa perhitungan. Kegagalan yang ada dikalkulasi, di analisa agar tak legi terjatuh di lubang yang sama... wuihh.. Salah satu prinsip yang saya anut adalah "Hanya ada dua pilihan.. Terus Maju atau Pantang Mundur!". Hahaha... 
  6. Jujur dan tepat waktu. Jujur itu sangaaaattt... penting dan tidak mudah. Mungkin bisa jadi kita tidak berbohong pada orang lain, namun apakah yang kita katakan sudah sesuai dengan nurani? dalam arti, sudah jujurkah pada diri sendiri. Dalam dunia kerja, khususnya wiraswasta seperti saia ini, kejujuran dan tepat waktu sangat diutamakan untuk memperoleh kepercayaan dari customer dan dari diri saya sendiri :) Apabila suatu pekerjaan sudah disepakati untuk selesai pada waktu tertentu, harus betul-betul selesai pada saat yang ditentukan, bukan hampir selesai atau malah belum selesai. Ini prinsip yang saya tauladani dari suami saya. Jadi beliau kalau ada pekerjaan dan ditanya batas waktu, selalu diprediksikan beberapa waktu setelah waktu yang beliau sanggupi untuk menyelesaikannya. Misalnya, waktu untuk menyelesaikan sebenarnya bisa 2 hari, tapi beliau mengatakan ke customer 3 hari. Sebagai antisipasi terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi. So, kepercayaan mereka tetap terjaga...
  7. Berpikir positif terhadap kehidupan. Kehidupan ini akan berjalan indah manakala kita menatapnya dengan indah, begitu pula sebaliknya. Bersyukur atas segala sesuatu yang diterima dan menjadikan ujian yang didapat adalah untuk meningkatkan derajat kita di hadapan Sang Maha Hidup dan di mata manusia. Seperti seruling yang berbunyi indah dan merdu. Dia dibuat dari batang bambu yang telah diamplas demikian rupa dan dilubangi dengan rasa sakit yang teramat sangat. Namun pada akhirnya ia dapat memberikan manfaat bagi manusia dan semakin tinggi nilainya. Demikian pula barang di sekitar kita (kursi, meja kayu dll) yang demi memberikan manfaat pada kita, mereka rela menjalani proses panjang mulai dari ditebang, dipisahkan dari lingkungannya, diproses dengan cara dan waktu tertentu sehingga dapat memberikan maknanya bagi kehidupan. Begitu juga manusia.... Semakin banyak menikmati asam garam kehidupan, orang yang 'mengerti' akan semakin bijak dan menghadapi hidup dengan indah. Tak ada lagi senang-sedih, tawa-tangis yang berlebihan. Semua pas sesuai porsinya. Tak ada kehilangan, karena tak ada yang hilang...
Huff.. semakin menulis rasanya ingin terus menulis dan menuangkan yang ada di hati. Tapi sementara ini cukuplah... Semoga lain waktu bisa ketemu di tulisan yang lain. Selamat berbahagia. Rahayu.

Jumat, 28 Juni 2013

Menentukan yang terbaik untuk anak

Berbagi pengalaman nih ceritanya... mumpung lagi libur mengajar ^_^

Saat ini menjelang pendaftaran siswa baru. Banyak pertimbangan orang tua yang putra-putrinya baru lulus, untuk memutuskan dimanakah putra-putrinya akan meneruskan sekolah. Mulai pertimbangan nilai NUN, biaya, transportasi, fasilitas sekolah dan lain sebagainya. Bagi yang ingin mendaftar melalui jalur online, harus memiliki 'strategi perang' dengan berbekal banyak informasi agar mendapatkan sekolah yang tepat. Karena penerimaan siswa baru tahun ini menggunakan sistem baru yaitu 30% nilai raport dan 70% NUN, maka orang tua diharap mampu melakukan prediksi tentang sekolah yang akan dituju.

Terus terang nih... memprediksinya tidaklah mudah. Karena meskipun hanya 30%, namun nilai raport masing-masing siswa tidak mungkin bisa kita pantau satu-satu. Kalau hanya berdasar NUN sih lebih mudah memprediksinya. Hal ini sangat berarti bagi kami karena tahun ini putri sulung kami lulus SD dan akan menapaki bangku SMP. Jadinya... tiap hari kami berdiskusi, tentunya dengan melibatkan ananda yang akan masuk ke SMP.

Banyak sekali bahan obrolan kami... yang dilakukan kadang sehari sampai lebih dari 3x. Ngelebihin dari waktu minum obat, hehe... Tapi itu untuk memperoleh yang terbaik bagi kelanjutan pendidikan buah hati. Dan akhirnya, kami memutuskan untuk mendaftarkan ke sekolah swasta di kota kami. Bukan karena nilai NUN yang kurang... (Nilai NUN Mat 9,5 dan IPA 10, B Ind 8,2). Menurut kami pencapaian ananda sudah bagus dengan rata-rata 9,2. Kami sangat mensyukuri hasilnya, tetapi lebih mensyukuri proses yang telah dijalani oleh ananda. Betapa dia mau semangat belajar, berdoa dan bahkan puasa senin kamis untuk memperoleh hasil terbaik.


Kembali mengenai sekolah swasta. Cukup langka keputusan kami untuk menyekolahkan ananda ke sekolah swasta. Tradisi di keluarga besar kami adalah sekolah negeri favorit. Dan memang hampir semua keluarga kami sekolah di sekolah negeri yang diberi label favorit oleh masyarakat. Termasuk saya dan suami yang dahulu bersekolah di SMP Negeri favorit di Kota Malang.

Namun tidak kali ini, kami mencoba open mind dan memikirkan lebih banyak hal. Wacana masuk di sekolah negeri bukan lagi hal utama dan mutlak bagi kami. Dan untunglah kami bisa meyakinkan orang di sekitar kami bahwa ini pilihan yang terbaik meski sebagian dari mereka menyayangkannya. ^_^

Dari segi biaya memang lebih membutuhkan ikhtiar yang besar daripada sekolah di negeri. Namun besar harapan kami bahwa di sekolah barunya nanti, ananda akan lebih 'kepomo' dalam bahasa jawanya, atau lebih terawat kalau misal diibaratkan sebagai tanaman. Dan bisa semakin mengembangkan potensi dirinya.

Bagi anda yang membutuhkan pertimbangan dalam menyekolahkan ananda, bisa searching di blog : http://ceritabersama-tati.blogspot.com/2012/01/perbedaan-sekolah-negeri-dan-swasta.html. Karena isinya lumayan lengkap dan netral.

Kita sebagai orang tua berusaha memberikan yang terbaik untuk ananda, disertai doa yang tiada putus-putus untuk kebaikan, kemuliaan dan kesejahteraan hidup ananda saat ini dan di masa yang akan datang. Tetap semangat dan terus berkarya...