Saat ini menjelang pendaftaran siswa baru. Banyak pertimbangan orang tua yang putra-putrinya baru lulus, untuk memutuskan dimanakah putra-putrinya akan meneruskan sekolah. Mulai pertimbangan nilai NUN, biaya, transportasi, fasilitas sekolah dan lain sebagainya. Bagi yang ingin mendaftar melalui jalur online, harus memiliki 'strategi perang' dengan berbekal banyak informasi agar mendapatkan sekolah yang tepat. Karena penerimaan siswa baru tahun ini menggunakan sistem baru yaitu 30% nilai raport dan 70% NUN, maka orang tua diharap mampu melakukan prediksi tentang sekolah yang akan dituju.
Terus terang nih... memprediksinya tidaklah mudah. Karena meskipun hanya 30%, namun nilai raport masing-masing siswa tidak mungkin bisa kita pantau satu-satu. Kalau hanya berdasar NUN sih lebih mudah memprediksinya. Hal ini sangat berarti bagi kami karena tahun ini putri sulung kami lulus SD dan akan menapaki bangku SMP. Jadinya... tiap hari kami berdiskusi, tentunya dengan melibatkan ananda yang akan masuk ke SMP.Banyak sekali bahan obrolan kami... yang dilakukan kadang sehari sampai lebih dari 3x. Ngelebihin dari waktu minum obat, hehe... Tapi itu untuk memperoleh yang terbaik bagi kelanjutan pendidikan buah hati. Dan akhirnya, kami memutuskan untuk mendaftarkan ke sekolah swasta di kota kami. Bukan karena nilai NUN yang kurang... (Nilai NUN Mat 9,5 dan IPA 10, B Ind 8,2). Menurut kami pencapaian ananda sudah bagus dengan rata-rata 9,2. Kami sangat mensyukuri hasilnya, tetapi lebih mensyukuri proses yang telah dijalani oleh ananda. Betapa dia mau semangat belajar, berdoa dan bahkan puasa senin kamis untuk memperoleh hasil terbaik.
Kembali mengenai sekolah swasta. Cukup langka keputusan kami untuk menyekolahkan ananda ke sekolah swasta. Tradisi di keluarga besar kami adalah sekolah negeri favorit. Dan memang hampir semua keluarga kami sekolah di sekolah negeri yang diberi label favorit oleh masyarakat. Termasuk saya dan suami yang dahulu bersekolah di SMP Negeri favorit di Kota Malang.
Namun tidak kali ini, kami mencoba open mind dan memikirkan lebih banyak hal. Wacana masuk di sekolah negeri bukan lagi hal utama dan mutlak bagi kami. Dan untunglah kami bisa meyakinkan orang di sekitar kami bahwa ini pilihan yang terbaik meski sebagian dari mereka menyayangkannya. ^_^
Dari segi biaya memang lebih membutuhkan ikhtiar yang besar daripada sekolah di negeri. Namun besar harapan kami bahwa di sekolah barunya nanti, ananda akan lebih 'kepomo' dalam bahasa jawanya, atau lebih terawat kalau misal diibaratkan sebagai tanaman. Dan bisa semakin mengembangkan potensi dirinya.
Bagi anda yang membutuhkan pertimbangan dalam menyekolahkan ananda, bisa searching di blog : http://ceritabersama-tati.blogspot.com/2012/01/perbedaan-sekolah-negeri-dan-swasta.html. Karena isinya lumayan lengkap dan netral.Kita sebagai orang tua berusaha memberikan yang terbaik untuk ananda, disertai doa yang tiada putus-putus untuk kebaikan, kemuliaan dan kesejahteraan hidup ananda saat ini dan di masa yang akan datang. Tetap semangat dan terus berkarya...